Apr 5, 2011

Kelebihan Berzikir

Rasulullah bersabda " Siapa bertasbih, bertahmid dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali setiap selesai shalat, dan kemudian menggenapkannya menjadi 100 dengan bacaan Laa Ilaha Illa ALlah wahdahu laa syarika lah lahu Al Mulk wa lahu Al Hamd wa huwa alaa kulli syay'in qaadir. Maka Allah akan mengampunni semua kesalahan kesalahannya meskipun  sebanyak buih di lautan
Alkisah Ibn Abbas ra menuturkan, ketika Allah menciptakan Arsy dan meminta para malaikat untuk memikulnya, mereka merasakan betapa berat Arsy tersebut. Allah meminta mereka untuk membaca  "SUBHAN ALLAH", dan mereka merasakan memikul Arsy menjadi lebih ringan. Malaikat-malaikat pun terus menerus membaca nya hingga Allah SWT menciptakan Nabi Adam A.S. Ketika nabi Adam bersin Allah mengilhamkannya untuk membaca ALHAMD LI ALLAH dan Allah menjawab "Yarhamuk Rabbuk". Para malaikat menyambungkan kedua kalimat ALlah tersebut sehungga sepanjang masa mereka mengucapkan"SUBHAN ALLAH wa Alhamd li ALlah  Malaikat terus membaca kalimat tersebut hingga  Alah mengutus Nabi Nuh. Nabi Nuh diperintah Allah agar menyuruh Kaumnya menyebut LA ILAHA ILLA ALLAH

Malaikat pun menggabungkan kalimat ketiga itu sehingga menjadi "SUBHAN ALLAH WA ALHAMD LI ALLAH wa LA ILAHA ILLA ALLAH" yang di dengungkan sepanjang masa hingga ALlah mengutus Nabi Ibrahim. ALlah SWT mengilhami Nabi Ibrahim untuk mengurbankan anak kesayangannya dan Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Ia pun berkata  ALLAHU AKBAR.  Para Malaikat menggabungkan ketiga kalimat ALlah sebelumnya dengan kalimat itu sehingga menjadi  "SUBHAN ALLAH WA ALHAMD LI ALLAH wa LA ILAHA ILLA ALLAH ALLAHU AKBAR". Sewaktu malaikat Jibril menceritakan hal ini kepada Rasulullah SAW karena kekagumannya kepada para Malaikat yang taat beliau berkata "LA HAWLA WALAA QUWWATA ILLA BI ALLAH AL ALI AL AZHIM". Maka Jibril berkata "Ini adalah kalimat penutup dari empat kalimat sebelumnya."

Diriwayatkan bahwa Nabi Musa AS berkata, "Wahai Tuhanku bagaimana saya dapat membedakan antara orang yang Engkau cintai dan orang yang Engkau benci?". Allah SWT menjawab, "Hai Musa, sesungguhnya jika aku mencintai atau benci kepada seorang hamba maka aku akan menjadikan uda tanda kepada nya." Musa bertanya" Wahai Tuhanku apa kedua tanda itu?"  ALLAH SWT menjawab "Aku akan mengilhamkan kepadanya agar ia berdzikir kepada KU agar AKU dapat menyebutnya di kerajaan langit dan AKU akan menahannya dari lautan murka KU agar ia tidak terjerumus ke dalam azab dan siksa KU. Hai Musa jika aku membenci seorang hamba maka AKU akan menjadikan dua tanda kepadanya." "AKU akan melupakan nya berdzikir kepadaKU dan AKU akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya agar ia terjerumus ke dalam latan murka KU sehingga ia merasakan siksaan KU".
Ketahuilah ada 5 kebaikan dalam Dzikir :
  1. Mendatangkan Ridho ALlah
  2. Menjaga diri dari bisikan syaitan
  3. Melembutkan Hati yang keras
  4. Menambah ketaatan kepada ALlah
  5. Mencegah manusia melakukan perbuatan maksiat

Nama2 Syaitan Dalam Al Fatihah


Al-Fatihah adalah satu rukun dalam solat, apabila cacat bacaannya maka rosaklah solatnya. Oleh itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu TAJWID. Bukan setakat bacaannya saja yg rosak malah kita menyebut nama syaitan di dalam solat kita.Berikut diperturunkan nama syaitan laknat yg wujud didalam Al-Fatihah, sekiranya kita tidak berhati-hati.


Nama-nama syaitan:


1. DU LI LAH (bila dibaca tiada sabdu) sepatutnya DULILLAH
2. HIR ROB (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya HI ROB
3. KIYYAU (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya KI YAU
4. KANNA'K (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya KA NA'K
5. KANNAS (bila dibaca dengan sabdu) sepatutnya KANAS
6. SIROTHOLLAZI............. sehingga habis hendaklah dibaca tanpa henti
7. AMIN...............hendaklah mengaminkan Al-Fatihah dengan betul iaitu
    AA......dua harakat, MIN.... 3 harakat.


Semoga Amin kita bersamaan dengan Amin para malaikat..... Insya-Allah. Semoga kita menjadi orang yang sentiasa membaiki bacaannya.


Perhatian;
Sebarkan hukum Allah walaupun sepotong ayat semoga kita mendapat
rahmatNya..... =)


Sumber : BooBoo from Cik Nur Azizah

Apr 4, 2011

Satu Tamparan Untuk Buat Kamu Sedar(repost)

Ada seorang pemuda yang pergi luar negeri untuk belajar untuk beberapa waktu. Ketika dia kembali,dia meminta orang tuanya untuk mencari dia seorang sarjana agama atau ahli pakar yang boleh menjawab 3 soalannya.Akhirnya, orang tuanya mampu menemukan sarjana Muslim.
"Siapa anda?Bolehkah anda menjawab pertanyaan saya?," Tanya si pemuda"Saya salah seorang dari Allah (سبحانه وتعالى) dan Insya Allah (dengan kehendak Allah), saya akan dapat menjawab soalan anda," jawab sarjana."Adakah anda yakin?Ramai Profesor dan ahli pakar tidak dapat menjawab pertanyaan saya," jawab anak muda!"Saya akan cuba yang terbaik, dengan pertolongan Allah (سبحانه وتعالى)""Saya punya 3 pertanyaan," kanak-kanak itu mula:
1. Apakah Tuhan ada? Jika demikian, menunjukkan bentuk-Nya.
 
2. Apakah Takdir (nasib)?
 
3. Jika Setan (Devil) diciptakan dari api, mengapa pada akhirnya ia akan dilemparkan ke neraka yang juga diciptakan dari api. Ini tentu tidak akan merugikan sama sekali, kerana syaitan (Devil) dan neraka diciptakan dari api. Apakah Tuhan tidak berfikir sejauh ini?
Tiba-tiba,sarjana menampar wajah pemuda itu!Orang muda, yang terkejut dan terluka oleh tamparan menjadi bingung, "Kenapa kau marah padaku?" ia bertanya.
"Saya tidak marah," jawab sarjana."Tamparan adalah jawapan saya untuk tiga pertanyaan anda."
 
"Saya benar-benar tidak mengerti," kata pemuda itu. Dia benar bingung.Sarjana mulai menjelaskan, "Bagaimana kau merasa tamparan saya?," tanyanya."Tentu saja, saya merasa sakit. Sakit," dia menjawab"Jadi apakah anda percaya rasa sakit yang ada?" sarjana tanya
 
"Ya.""Sekarang tunjukkan bentuk rasa sakit!" kata bijak Cendekia
 
"Aku tidak bisa," jawab si pemuda"Itu jawapan pertama saya.Kita semua merasa kewujudan Tuhan tanpa bisa melihat-Nya.Kini,adakah anda bermimpi bahawa anda akan ditampar oleh saya?," Jawab sarjana.
 
"Tidak".
 
"Apakah anda pernah berfikir bahawa anda akan mendapatkan tamparan dari saya, hari ini?," Lanjut sarjana.
 
"Tidak"."Itu Takdir (nasib)" sarjana itu melanjutkan, "tangan saya yang saya gunakan untuk menampar anda, apa itu diciptakan dari?"
 
"Hal ini dibuat dari daging," jawab si pemuda"Bagaimana dengan wajah anda,ia diciptakan daripada apa?""Daging, juga" jawab si pemuda
 
"Bagaimana kamu merasa tamparan saya?"
 
"Rasa sakit.""Walaupun Syaitan (syaitan) dan Jahannam (neraka) dicipta dari api, jika Allah mahu,maka neraka akan menjadi tempat yang sangat menyakitkan bagi syaitan."
Sarjana yang bijaksana telah menjawab ketiga pertanyaan-pertanyaan sulit oleh satu tamparan. !

Hadis: Melagukan Bacaan Al Quran

Hadith :

Dari Abu Hurairah r.a bahawa dia mengatakan, Rasulullah s.a.w pernah bersabda:” Tiadalah keizinan Allah untuk mengerjakan sesuatu yang dapat menyamai izin-Nya kepada nabi s.a.w untuk melagukan bacaan al-Quran.”
(Muslim)



      Huraian

Adat manusia menyukai akan seni lagu walaupun mempunyai selera dan rentak yang berbeza. Lagu dan irama biasanya dapat memberi keselesaan kepada perasaan manusia yang mendengar. Membaca Al-Quran dengan tartil atau memperelokkan bacaannya dengan lagu atau tajwid adalah sangat-sangat dituntut dalam cara membaca al-Quran, kerana tujuan utama membacanya ialah memikirkan maksud-maksudnya. Cara membacanya dengan tartil akan dapat menolong memahami maksud-maksudnya. Sebab itu Ummu Salamah r.a. ketika membaca al-Quran sering mencontohi bacaan Rasulullah s.a.w dan membacanya seolah-olah ia sedang mentafsirkan huruf demi huruf dari al-Quran itu. Oleh itu orang yang sentiasa membaca al-Quran dengan baik dan sempurna akan mempunyai hati dan jiwa yang lembut kerana ia memahami tentang ayat-ayat yang berunsur ancaman dan kecaman serta janji-janji Allah yang terkandung dalam ayat yang dibacanya itu.

Apr 3, 2011

Sakit? Usahlah Mengeluh..^_^

Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:
“Sesungguhnya besarnya pahala itu setimpal dengan kekuatan ujian. Sesungguhnya Allah, sekiranya Dia cinta kepada sesuatu kaum Dia akan menguji mereka. Sesiapa yang redha akan mendapat keredhaan dan sesiapa yang marah akan mendapat kemurkaan.” H.R al-Tirmidhi

Hikmah Datangnya Penyakit
--->Menghapuskan Dosa
Allah S.W.T berfirman:
Maksudnya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebahagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (As-Syuraa: 30)

Rasulullah S.A.W bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذَىً مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ، إِلّ حَطّ اللّهُ بِهِ سَيّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطّ الشّجَرَةُ وَرَقَهَا
Maksudnya: Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah satu penyakit atau yang sejenis dengannya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan
daun-daunnya.”(HR al-Bukhari No 5539 dan Muslim No. 6511)

--->Ditulis Sebagai Kebaikan & Dinaikkan Darjat
Rasulullah S.A.W bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا، إِلّ كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ
Maksudnya: Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau lebih dari itu melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu darjat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”(HR Muslim, No 6513)

--->Jalan Menuju Syurga
Rasulullah S.A.W bersabda:
حُفّتِ الْجَنّةُ بِالْمَكَارِهِ. وَحُفّتِ النّارُ بِالشّهَوَاتِ
Maksudnya: Syurga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai dan neraka itu dikelilingi dengan perkara-perkara syahwat. (HR Muslim, No 7079).

--->Terselamat Dari Api Neraka
Rasulullah S.A.W bersabda:
لَ تَسُبّي الْحُمّى فَإِنّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِيْ آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ
Maksudnya: Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, kerana sesungguhnya dengan penyakit itu Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran (karat) besi. (H.R Muslim)

--->Penyakit Adalah Nikmat
                                            ....وَإِنْ كَانَ أَحَدُهُمْ لَيَفْرَحُ بِالْبَلَءِ كَمَا يَفْرَحُ أَحَدُكُمْ بِالرّخَاءِ.
Maksudnya: “…salah seorang daripada mereka benar-benar merasa gembira mendapat ujian, sebagaimana salah seorang daripada kalian merasa gembira mendapat kelapangan (kesenangan). (Hadith Riwayat Ibn Majah – dihukum Sahih dalam kitab Sahih Ibn Majah No. 4014).

--->Agar Orang Yang Diuji Beristighfar.
Rasulullah S.A.W bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطّهُوْرَ ثُمّ يَقُوْمُ فَيُصَلّيْ رَكْعَتَيْنِ ثُمّ يَسْتَغْفِرُ الَ إِلّ غَفَرَ الُ لَهُ
Maksudnya: Tidaklah seorang hamba melakukan satu dosa, lalu dia memperbaiki wudhu’nya kemudian berdiri lalu salat dua rakaat, kemudian meminta ampunan Allah, melainkan Allah mengampuninya. (Hadith Riwayat Ahmad. Dihukum Sahih dalam kitab sahih al-Targhib wa al-Tarhib No.1621)

Kemudian baginda Rasulullah S.A.W membacakan ayat ini:
Maksudnya: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan kejiatau menganiaya diri sendiri 2, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. (Al-Quran, Ali Imran: 135)

Baca Al Quran Elak Nyanyuk..InsyaAllah,,

Al-Qur'an telah dijaga dizaman Rasulullah s.a.w dengan ditulis di pelepah-pelepah kurma, kulit-kulit kayu dan sebagainya. Di zaman Saidina Abu Bakar r.a ianya dikumpulkan di dalam satu mushaf. Di zaman Saidina Uthman, ia dikumpulkan di dalam beberapa mushaf dan dibahagi-bahagikan ke beberapa kawasan. Di zaman kita Al-Qur'an telah dicetak di dalam banyak mushaf sehingga tersebar luas dan mudah untuk kita mendapatinya.
Namun, penjagaan yang paling istimewa dan paling terpelihara ialah ia dihafal oleh Rasulullah s.a.w dan hafalan itu telah disemak ketepatannya oleh malaikat Jibril, kemudian dihafal pula oleh para sahabat r.a dan Rasulullah s.a.w pula yang menyemak ketepatan hafalan mereka. Kemudian dihafalkan pula generasi berikutnya dan disemak oleh generasi sebelumnya.
Sejarah telah membuktikan bagaimana mereka yang tidak faham bahasa Arab juga dapat menghafal Al-Qur’an dengan baik. Yang sudah dewasa juga mampu untuk menghafal Al-Qur’an.Bak kata pepatah: jika hendak, seribu daya. Tidak ada dalam Islam istilah terlalu tua untuk menuntut ilmu, apatah lagi menuntut ilmu Al-Qur’an dengan menghafalnya.
Mereka yang menghafal dan mempelajari Al-Qur’an adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah s.w.t. Ini dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w dalam hadithnya: Ertinya: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." Sebaliknya orang yang tidak membaca Al-Qur'an apatah lagi menghafalnya adalah seperti rumah yang hancur roboh. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: Ertinya: "Sesungguhnya orang yang tiada di dalam hatinya sedikit pun dari Al-Qur'an adalah seperti rumah yang hancur roboh."
Antara fadhilat-fadhilat membaca Al-Qur’an ialah seseorang akan lebih terang hatinya dan lebih tenteram kehidupannya. Al-Qur’an adalah pengubat bagi orang-orang yang beriman. Ia juga akan menerangi kubur kita kelak. Ia juga akan memberi syafaat kepada kita di hari Kiamat. Orang yang membaca Al-Qur’an juga akan dijaga oleh Allah dari penyakit- penyakit yang hina apabila tua kelak. Dalam satu riwayat, Saidina Ali r.a pernah berkata bahawa orang yang sentiasa membaca Al-Qur’an tidak akan ditimpa dengan penyakit nyanyuk atau dipandang hina apabila tua kelak.
Begitu besar fadhilat menghafal Al-Qur’an sehingga ramai umat Islam berkejaran untuk memastikan anak-anak mereka bukan sahaja tahu membaca Al-Qur’an malah menghafalnya juga, kerana anak yang soleh akan mendoakan ibu bapanya apabila mereka mati kelak, kerana anak yang menghafal Al-Qur’an akan dapat menyelamatkan ibu-bapanya dari siksaan api neraka.
"Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada lurus perjalannya. Dan ia memberi khabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal soleh bahawa untuk mereka ganjaran yang besar." (Al-Isra’, 9)